Selasa, 30 Mei 2017

Permasalahan Desa Sumber Sari






Seperti blog yang kemarin saya buat sebelumnya dimana kita di tugaskan dalam tugas mata kuliah perekonomian Indonesia di desa sumber sari selama 3 hari 2 malam ,disini saya akan membahas mengenai permasalahan permasalahan dan potensi di desa sumber sari .
Desa sumber sari merupakan suatu desa yang beriklim sejuk dan di desa tersebut terdapat sumber daya alam yang sangat di unggulkan yaitu berupa tanah yang sangat subur , dimana tanah ini di manfaatkan oleh masyarakat disana untuk bercocok tanam dengan beraneka ragam jenis tanaman.Pada saat ini jenis tanaman unggulan yang ada di desa ini berupa kopi .Kopi di desa ini terdiri dari beberapa jenis kopi yaitu kopi arabika , kopi merah ,dll.Harga kopi tesebut beranekaragam tergantung pada tingkat kualitas kopi yang di hasilkan dimana semakin bagus kualitas biji kopinya maka semakin mahal juga harga kopi yang di jual .Selain itu masyarakat di desa sumber sari juga menanami sayuran seperti ubi talas ada juga yang menanami pohon strawberi di sekitar lahan rumahnya.Biasanya masyarakat disana menjual ubi talas berupa olahan keripik talas dan biasanya di jual di dalam kemasan dijual di pengepung .


Desa sumber sari juga menghasilkan pohon pinus , namun saya  seirng medapat keluhan dari masyarakat disana dimana pohon pinus itu sangat dekat denga penanaman biji kopi sehingga itu justru menyebabkan gangguan pertumbuhan kopi tidak tumbuh secara maksimal .Masalah utama yanga ada di desa sumber sari adalah  mengenai infrastruktur  seperti akses jalan yang kurang memadai dimana di desa tersebut masih belum di aspal  dan dari segi fasilitas umum yang sangat penting seperti  kesehatan dan Pendidikan  dan masalah ekonomi .

Permasalaah kedua yang ada di desa sumber sari ini adalah minimnya pasokan listrik di daerah tersebut .Di desa tersebut ternyata hanya di sediakan daya tamping sebesaar 5000 watt itu di sediakan bukan satu rumah melainkan satu desa , mungkin teman teman bisa bayangkan hidup dengan daya listrik segitu.Di desa tersebut terdiri dari 28 rumah dan terdapat 2 rumah yang tidak menggunakan fasilitas listrik di karenakan tielah  memiliki  panel surya yang didapat /sumbangkan dari seseorang.


Permasalah ketiga adalah mengenai rumah rumah warga disana di mana dikategorikan kurang layak huni dan rumah tersebut juga masih belum punya kejelasan mengenai  sertifikat tanah dimana hak milik tanah masih belum jelas  antara pihak warga di sana dan perhutani hingga di libahkan dengan UB sehingga warga disana merasa kebingungan atas kejadian ini maka harus ada kejelasan mengenai kasus ini baik dari pihak perhutani maupun pihak UB.baru baru ini juga ada rencana dari pihak Ub maupun perhutani untuk memperlebar jarak jalan sehingga menyebabkan rumah warga mau tidak mau harus di undur sekitar 15 meter ,jika benar ini terjadi maka lahan pertanian yang ada di belakang rumah warga harus di hilangkan yang menyebabkan kehilangan sebagian pendapatan Karena lahan di gusur.

Pendapat saya mengenai permasalahan tersebut adalah harus ada beberapa pihak yang harus terlibat langsung ke desa tersebut berbicara dengan warga dari hati ke hati supaya masalah ini cepat terselesaikan baik dari pihak perhutani maupun UB.Pemerintah juga harus turun tangan mengenai permasalahan ini dengan ikut membantu membangun infrsturuktur umum /barang public seperti jalan , fasilitas kesehatan dll agar desa tersebut mengarah ke kemajuan.Selain itu dari pihak perhutani maupun UB seharusnya memperjelas permasalajam pengelolaan dan pemilikan lahan di desa tersebut sehingga dapat menghasilkan output yang maksimal .Hak dan kewajiban dari pihak Ub dan masyarakat di sana harus adil yaittu dengan cara menggunakan system kontrak tertulis di selembar kertas agar tidak terjadi miss communication , dan pembagian hasil panen harus harus transparan jangan sampai lagi ada keluhan dari masyarakat bahwa mereka seperti di jajah oleh pihak Ub Karena tidak adanya transparansi mengenai  pembagian hasil panen.

Selasa, 23 Mei 2017

Aktivitas Selama di UB Forest




                                


Pada Hari Jumat tanggal 19 mei 2017 sampai hari Minggu 21 mei 2017 kami kelas AE mata kuliah Perekonomian Indonesia Feb Ub yang di damping oleh dosen kami yaitu Ibu Yenny Kornitasari, SE,. ME melakasanakan kegiatan pengabdian desa yang bertempat di Ub Forest yakni di desa Sumber sari
Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang .Dimana tujuan pengabdian desa ini adalah untuk bersilahturahmi dan mengetahui keluh kesah masyarakat disana serta mengetahui aktivitas sehari-hari   yang dilakukan masyarakat disana .Konsep dari acara ini yaitu dengan membagi anggota kelas menjadi dengan 11 kelompok dimana masing masing kelompok terdiri dari 3 orang yang di pilih secara acak ,setelah terpilih kelompoknya maka masing masing kelompok akan di sebar ke beberapa rumah warga untuk membantu setiap aktivitas sehari hari yang di lakukan oleh pemilik rumah.
Kegiatan pengabdian desa ini dimulai dari keberangkatan ke desa sumber sari pada jumat sore sekitar jam 3 an  kami  kumpul di  gedung kebudayaaan brawijaya yaitu dengan mengendarai angkot




Setelah sampai di tempat lokasi dengan selamat kira kira jarak tempunya sekitar 1 jam an dari UB,kami melakukan plotting ke rumah setelah melakukan ibadah sholat isya berjamaah berhubung saya  agama Hindhu itu tidak menjadi masalah j Karena indonesia merupakan negara bhineka  tunggal ika yaitu  berbeda beda tetapi tetap satu jadi saya diam di luar dan berdoa dalam hati sesuai kepercayaan masing masing .





Setelah plotting dan menetapkan rumah akhirnya saya dan kelompok saya menempati rumah no 8 dimana pemilik rumahnya bernama bapak Tono dan ibu Tono dan satu anak pria yang bernamaa Wahyu sekarang duduk di kelas 1 smp .Disana kami berbincang bincang banyak mengenai kehidupan disana  ,  mengenai mekanisme UB florest kayak gimana dan lain -lain .hal yang menarik di desa ini adalah mengenai daya listrik dimana pada di desa ini ternyata hanya di sediakan 5000 watt untuk satu desa , wah bayangkan ya rek satu desa hanya di sediakan watt segitu jadi pada desa tersebut harus benar benar berhemat mengenai listrik hehe.



Pada malam hari Hari jumat kami di ajak oleh ibu Tono untuk mengetahui proses pembuatan kopi dimana awalnya kopi itu di panen habis itu di jemur kemudian setelah kering



Kopi tersebut pun di goreng hingga gosong hehe jadi kita harus terus mengaduknya supaya merata



Setelah jadi gosong proses berikutnya adalah ditumbuk hingga halus dan akan jadi seperti bubuk sepereti ini  dan kopi joss siap dihidangkan hehee



Setelah membantu ibu Tono Kami berisitirahat di kamar yang di sediakan oleh pemilik rumah
Pada Hari Sabtu kami tidak pergi ke ladang Karena kebetulan bapak  tidak Tono bisa hadir karena beliau harus piket di surabaya karena beliau bertugas di dinas kehutanan :) jadi hanya membantu ibu Tono buat  di bengkel sedeherana yaitu dengan menambal ban hehe kebetulan pada saat kami disana hanya ada satu pelanggan selamat gak capek  hehe.


Kami juga di suruh menyiram tanaman di dekat rumah aja hehe ini contoh tanaman yang ada di dekat rumah pak….


Dan juga kita juga di kasi tugas sama ibunya buat jaga toilet umumnya hehe



Siang harinya kami mengadakan games untuk anak di desa tersebut berhubung lapangan nya ramai di pakai mahasiswa pertanian jadi kami pindah ke mushola disana games nya adalah masukin paku di botol suasana di sana begitu antusias dan menarik sampai akhirnya ada anak yan keluar menjadi juara yeay




Pada sabtu malam diadakan potong tumpeng dan sharing antar warga dengan mahasiswa di mushola dengan tujuan untuk mengakrabkan dan menjalin slilahturahmi kepada mahasiswa dan masyarakat disana  setelah potong tumpeng dan sharing sharing kami pun balik ke rumah masing -masing



Pada hari minggu pagi jam 8 pagi kami melakukan kerja bakti bersama warga disana kami mencabut rumput mengambil sampah sampah berserakan di jalan dll






Setelah selesai kerja bhakti kira kira jam 11 an kami brefing di mushola buat pemabagian sembako ,setelah brefing kita meluncur buat ketempat rumah rumah di mana di desa ini terdiri dari 25 rt jadi  kami berkeliling dari satu rumah ke rumah lainnya sambal kami minta pamitan dan berterima kasih sudah menyambut kami dengan sangat baik.




Sehabis kita membagikan sembako ke rumah rumah warga  kami pun photo bersama selagi masih nunggu angkot dan akhirnya pada jam 2 an kami pamit dan balik .



Tak di duga ternyata disana pas kami balik kami di sambut tepuk tangan meriah dan dada dada  dengan sangat  baik dan ramah oleh anak kecil dan warga disana kami disini sangat terharu dengan keramahan warga desa di Sumber Sari ini  ,disini kami belajar banyak tentang kehidupan dari makan seadanya tempat tinggal seadanya hingga listrik seadanya tapi mereka tidak ngeluh dan tetap bersyukur atas rahmat yang ada #respect .

Selasa, 09 Mei 2017

Literasi Keuangan di Indonesia

 

 
   Literasi keuangan (financial literacy) merupakan keadaan keadaan dimana seseorang mampu mengelola keuangannya dengan baik sehingga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomis bagi dirinya sendiri.
      Pelaksanaan Edukasi dalam rangka meningkatkan keuangan masyarakat sangat diperlukan karena berdasarkan survei yang dilakukan oleh OJK pada 2013, bahwa tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia dibagi menjadi empat bagian, yakni:
1.       Well literate (21,84 %), yakni memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan, serta memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.
2.       Sufficient literate (75,69 %), memiliki pengetahuan dan keyakinan tentang lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, termasuk fitur, manfaat dan risiko, hak dan kewajiban terkait produk dan jasa keuangan.
3.       Less literate (2,06 %), hanya memiliki pengetahuan tentang lembaga jasa keuangan, produk dan jasa keuangan.
4.       Not literate (0,41%), tidak memiliki pengetahuan dan keyakinan terhadap lembaga jasa keuangan serta produk dan jasa keuangan, serta tidak memiliki keterampilan dalam menggunakan produk dan jasa keuangan.
​Literasi Keuangan memiliki tujuan jangka panjang bagi seluruh golongan masyarakat, yaitu: 
·         Meningkatkan literasi seseorang yang sebelumnya less literate atau not literate menjadi well literate;
·         Meningkatkan jumlah pengguna produk dan layanan jasa keuangan.
·         Agar masyarakat luas dapat menentukan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhan, masyarakat harus memahami dengan benar manfaat dan risiko, mengetahui hak dan kewajiban serta meyakini bahwa produk dan layanan jasa keuangan yang dipilih dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi masyarakat, Literasi Keuangan memberikan manfaat yang besar, seperti:
·         Mampu memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan; memiliki kemampuan dalam melakukan perencanaan keuangan dengan lebih baik;
·         Terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas;
·         Mendapatkan pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan. Literasi Keuangan juga memberikan manfaat yang besar bagi sektor jasa keuangan. Lembaga keuangan dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain sehingga semakin tinggi tingkat Literasi Keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.
Indonesia Masih Tertinggal
                Berbeda dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Kanada, di Indonesia pembekalan untuk mendapatkan literasi keuangan dinilai masih sangat minim. Kalau di sana masyarakatnya sudah dibekali ilmu-ilmu keuangan secara cukup mendalam sejak mereka masih di Sekolah Menengah Atas (SMA), di sini rata-rata masyarakat  baru di Indonesia mendapatkan pembekalan seperti itu ketika mereka duduk di bangku kuliah, itu pun tidak semua jurusan memberikannnya. Ini, tentu saja, perlu menjadi perhatian khusus pemerintah baru Indonesia agar rakyatnya tidak dipandang rendah dalam bersaing di ajang tersebut. Yang terpenting, jangan sampai kelemahan ini menimbulkan masalah baru yang mungkin saja bisa merusak stabilitas perekonomian Indonesia secara keseluruhan.. Dengan kondisi yang serba terintegrasi saat ini, seharusnya pemerintah melihat ini sebagai sebuah urgensi dan mengambil langkah konkrit agar, paling tidak, keadaan seperti ini (minimnya literasi keuangan di Indonesia -red) tidak bertahan terlalu lama. Dengan jumlah penduduk tak kurang dari 250 juta, Indonesia berpeluang menjadi kekuatan ekonomi baru di kancah global. Tentu saja, dengan syarat: terjadinya perbaikan yang signifikan dalam mutu pendidikan, khususnya segi literasi keuangan. Pemerintah bisa belajar dari Brazil, AS, hingga Malaysia dalam hal ini. Negara-negara tersebut tercatat menaruh perhatian yang serius terhadap kelangsungan literasi keuangan masyarakatnya. Hal ini bisa dilihat dari pembekalan literasi keuangan yang diberikan kepada para pelajar di tingkat SMA dan lembaga-lembaga yang dibentuk khusus untuk menangani persoalan literasi keuangan di masing-masing negara. Poin-poin tersebut mungkin perlu dipertimbangkan untuk dijadikan resolusi baru di masa pemerintahan yang baru ini. Untuk poin kedua, beruntung Indonesia sudah memiliki OJK. Pemerintah tinggal mengoptimalkan fungsinya saja sebagai lembaga yang berwenang melakukan tindakan pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat, yang salah satu kandungannya adalah memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat atas karakteristik sektor jasa keuangan, layanan, dan produknya (Pasal 28 Undang-Undang OJK).












Selasa, 02 Mei 2017

Padat Modal vs Padat Karya di Indonesia




Dalam kegiatan produksi terdapat dua pilihan teknologi yakni padat modal (capital intensive) dan padat karya (labor intensive).Dimana padat modal sangat mengandalkan dalam segi kemampuan barang modal seperti mesin dll sedangkan padat karya cenderung menggunakan proporsi manusia dalam produksi amat besar(tenaga manusia yang banyak )


Padat modal  biasanya dilandaskan pada keinginan mencapai tingkat produksi yang optimum dengan biaya produksi per-unit yang rendah , sehingga berdampak pada tingkat harga yang semakin murah .Hal ini bias di sebabkan Karena yang bekerja adalah mesin-mesin, jam kerja bisa ditambah sesuka hati, tanpa adanya keluhan capai, protes, tuntutan uang lembur maupun uang kopi.Dampak positif dari adanaya padat modal adalah produktivitas kerja tetap tinggi dan stabil, sedangkan kualitas produk dapat dipertanggungjawabkan.Namun kelemahan atau kendala dari padat modal adalah modal awal dan investasi yang tinggi.namun perusahaan biasanya bisa mengatasi dengan cara meminjam modal .


Padat karya cenderung berorientasi ke komoditi (pertanian, perkebunan, sepatu, tekstil, rokok, dll). Industri semacam ini sangat rawan terhadap perubahan harga. Jika harga buruh di Indonesia lebih mahal daripada Vietnam, industri padat karya Indonesia akan terpukul berat, kecuali ada yang bersedia jadi buruh dengan upah semurah-murahnya atau gratisan

Padat modal di nilai hanya   hanya cocok di negara maju, dimana upah buruh sudah amat mahal dan hak asasi manusia sudah dijunjung tinggi. Di negara sedang berkembang (NSB) upah buruh amat murah, sebagai contoh di negara kita sendiri yaitu Indonesia dan hak asasi nya belum terjamin .

Di negara sedang berkembang  upah buruh amat murah, Lagi pula buruh-buruh di Negara berkembang tidak banyak maunya . Selain upah buruh, alasan lain yang dikemukakan adalah alasan keadilan. Dengan padat karya  berarti proses produksi akan membuka lapangan pekerjaan yang banyak, dengan demikian banyak orang kecipratak rejeki. Bila banyak yang kecipratan rejeki maka daya beli meningkat, pasar bertambah. Akhirnya rejeki yang diberikan dalam bentuk upah akan kembali kepada pengusaha sebagai penerima.

Sebenarnya padat modal dan padat karya itu  sama-sama memberi dampak positif , tetapi pembuktian berlangsung di lapangan. Di Indonesia misalnya, banyak produk-produk yang menggunakan teknologi padat modal maupun padat karya, masih harus dibeli oleh konsumen dengan harga relatif tinggi untuk ukuran kantong rakyat kebanyakan. Demikian juga beras, ikan segar, sayur mayur, buah-buahan, hasil-hasil kerajinan tangan/industri rumah tangga, yang menggunakan TPK harganya terus menanjak terutama di wilayah perkotaan.

Tanggapan saya mengenai padat modal vs padat karya di Indonesia mana lebih cocok


Pilihan antara padat modal dan padat karya tidak terlepas dari konteks hidup , dimana tekonologi yang di terapkan dimana jika masyarakat berperilaku tidak baik maka tidak akan menghasilkan keuntungan antara kedua belah pihak padat modal maupun padat karya.Faktanya padat modal dan padat karya harus memiliki sumber daya manusia yang tinggi ,jadi  menurut saya jika Indonesia mau maju maka harus mengembangkan kedua nya secara bersamaan dimana padat modal biasanya lebih sulit di kembangkan , dan jangka waktu yang lama untuk digunakan /di panen.Selama masih belum berbuah seharusnya padat karya juga bisa di gunakan dalam membantu kegiatan  pemerintah .Apabila padat modal berkembang /tumbuh maka teknologi yang dipanen dari industri tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan level produksi  padat karya. Dengan menggunakan keduanya maka pemerintah harusnya bisa membangun spiral kesejahteraan dimana kesejahteraan itu makin lama makin sejahtera ,kalua hanya berpegang dengan salah satu padat , nasib kita mah tidak akan beranjak jauh dari sekarang  sepert harga minyak naik, harga barang naik, investor kabur ke tempatn asing lain , PHK dimana-mana dll. Intinya  Akar permasalahan diatas adalah ekonomi biaya tinggi yang bersumber di masyarakat, birokrasi dan pengusaha.

Selasa, 25 April 2017

Alih Fungsi Lahan Pertanian dan Masa Depan Pertanian

     

     Indonesia merupakan Negara agraris dimana Negara ini di kenal dalam pertaniannya.Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.Akhir akhir ini sering terjadi permasalahn di bidang pertanian yaitu tindakan alih fungsi lahan dimana alih fungsi lahan ini  merupakan  perubahan fungsi sebagian atau seluruh kawasan lahan dari fungsinya semula (seperti yang direncanakan) menjadi fungsi lain yang menjadi dampak negatif (masalah) terhadap lingkungan dan potensi lahan itu sendiri. Alih fungsi lahan juga dapat diartikan sebagai perubahan untuk penggunaan lain disebabkan oleh faktor-faktor yang secara garis besar meliputi keperluan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang makin bertambah jumlahnya dan meningkatnya tuntutan akan mutu kehidupan yang lebih baik.
     
      Tindakan alih fungsi lahan pertanian sudah ada dari manusia ada di dunia (dari nenek moyang Indoensia) Selama ini laju alih fungsi lahan pertanian sudah sangat mengkhwatirkan yaitu sekitar 100 hekhtar per tahun dimana alih fungsi lahan paling parah terjadi di pulau Jawa, dimana umumnya lahan pertanian berubah menjadi lahan rekreasi , tempat tinggal atau perumahan, dan pertokoan modern .
    
      
      Pengendalian terhadap upaya alih fungsi lahan pertanian dapat efektip dan efisien di suatu wilayah, maka ditawarkan strategi yaitu dengan menggunakan  Kebijakan pemerintah yang dibuat harus pro rakyat, yang artinya adalah kebijakan tersebut harus  benar-benar memperhatikan kepentingan rakyat, sehingga rakyat merasa nyaman hidup dengan keluarganya maupun selalu mau/memperhatikan ajakan pemerintah untuk menyukseskan pembangunan, tidak mudah tergoda adanya hasrat untuk mengkonversi tanah pertanian.
                
          Yang kedua adalah Tingkat hukum harus di perjelas dan di lakukan secara konkrit yaitu dengan cara :Mencabut sekaligus mengganti Peraturan per UU yang tidak sesuai kondisi kebutuhan petani serta dengan mencantumkan sangsi yang tegas dan berat bagi yang melanggarnya; (2). Penerapan pengendalian secara ketat  tentang perijinan perubahan alih fungsi lahan pertanian dan pengelolaannya harus sesuai RTRW; (3). Menerapkan sangsi yang tegas dan berat bagi pelanggarnya misal pelanggaran RTRW dll; (4). Memberikan sangsi yang jauh lebih berat bagi pelanggarnya dari kalangan aparat pemerintah/penegak hukum antara lain yang menyangkut perijinan, perubahan status tanah, dll; (5). Membuat UU yang memberikan jaminan kekuatan yang memadai dan sederajat bagi organisasi petani dalam hubungannya (memperjuangkan haknya) dengan fihak pemerintah dan organisasi lain yang menyangkut setiap pengambilan.

Dampak Konversi lahan yang  berimplikasi pada perubahan struktur agraria, beberapa perubahan yang terjadi, yaitu:


  1.  Perubahan pola penguasaan lahan. Pola penguasaan tanah dapat diketahui dari pemilikan tanah dan bagaimana tanah tersebut diakses oleh orang lain. Perubahan yang terjadi akibat adanya konversi yaitu terjadinya perubahan jumlah penguasaan tanah. 
  2.     Perubahan pola penggunaan tanah. Pola penggunaan tanah dapat dari bagaimana masyarakat dan pihak-pihak lain memanfaatkan sumber daya agraria tersebut. Konversi lahan menyebabkan pergeseran tenaga kerja dalam pemanfaatan sumber agraria, khususnya tenaga kerja wanita.
  3.     Perubahan pola nafkah agraria. Pola nafkah dikaji berdasarkan sistem mata pencaharian masyarakat dari hasil-hasil produksi pertanian dibandingkan dengan hasil non pertanian.
  4.     Perubahan sosial dan komunitas. Konversi lahan dapat menyebabkan kemunduran kemampuan ekonomi (pendapatan yang semakin menurun).



Pendapat saya mengenai Solusi dalam menangani alih fungsi lahan pertanian dan masa depan Pertanian
                
    
     
       Alih fungsi lahan pertanian ini menyebabkan penurunan ketahanan pangan dimana efeknya itu menyebabkan gangguan stabilitas pangan nasional.Langkah konkret yang harus diambil dalam maraknya mengalihan lahan pertanian adalah dengan cara melakukan sosialisasi kepada semua masayarakat  mengenai pentingnya lahan pertanian mengenai keberlanjutan pangan kedepannya .Selain itu pemertintah juga harus menjamin /perlindungan lahan agar lahan pertanian  masyarakat tetap mejadi prioritas utama .Pemerintah juga harus memberi motivasi supaya masyarakat mau berusaha ,sebagian besar peta ni di Indonesia kurang dengan motivasi dimana para petani kurang merubah pola pikir  mereka sehingga dengan mudahnya melepas lahan pertanian dengan begitu mudah, Kadang-kadang penyuluhan dapat mengatasi hal demikian dengan membantu petani mempertimbangkan kembali motivasi  mereka. Petani kurang dimotivasi berusaha untuk merubah cara-cara tradisional kearah modernisasi. Atau sifat pertanian yang subsisten kurang diarahkan untuk berorientasi pada pasar. Selama petani belum dimotivasi, maka akan menjadi masalah dan pemerintah kurang memberi penyuluhan terhadap petani. Solusi untuk Pertanian kedepannya yaitu dengan cara lebih memperhatikan para petani agar hasil produksi lebih maksimal, juga dengan cara menghentikan atau meminimalkan alih fungsi lahan agar lahan persawahan tidak semakin berkurang akibat adanya alih fungsi lahan. Juga dengan cara menggunakan pupuk organik untuk memperbaiki unsur tanah yang ada di dalam tanah agar kualitas tanah terjaga dengan baik.


Selasa, 18 April 2017

Bonus Demografi Ancaman atau Peluang ??

        



        Indonesia akan diprediksi akan mendapatkan  bonus di tahun 2020-2030. Bonus tersebut adalah Bonus Demografi, dimana penduduk dengan umur produktif sangat besar sementara usia muda semakin kecil dan usia lanjut belum banyak.
            
           Bonus demografi ini tentu akan membawa dampak sosial – ekonomi. Salah satunya adalah menyebabkan angka ketergantungan penduduk, yaitu tingkat penduduk produktif yang menanggung penduduk nonproduktif (usia tua dan anak-anak) akan sangat rendah, diperkirakan mencapai 44 per 100 penduduk produktif.
.
            Bonus Demografi merupakan bonus yang dinikmati suatu negara sebagai akibat dari besarnya proporsi penduduk produktif (rentang usia 15-64 tahun) dalam evolusi kependudukan yang dialaminya.Pada tahun 2020-2030 Indonesia mengalami bonus demografi ini dikarenakan proses transisi demografi yg berkembang sejak beberapa tahun yg lalu yang dipercepat dengan keberhasilan program KB menurunkan tingkat fertilitas dan meningkatnya kualitas kesehatan serta suksesnya program-program pembangunan lainnya. Akan tetapi usia produktif ini apabila tidak berkualitas malah akan menjadi beban negara, oleh karena itu mari kita tingkatkan wajib belajar 12 tahun, lakukan pembinaan pola asuh & tumbuh kembang anak melalui posyandu dan PAUD, peningkatan usaha ekonomi keluarga, pokoknya peningkatan segala bidang agar SDM kita mampu bersaing di dunia International
           
            Tentu saja ini merupakan suatu berkah. Melimpahnya jumlah penduduk usia kerja akan menguntungkan dari sisi pembangunan sehingga dapat memacu pertumbuhan ekonomi ke tingkat yang lebih tinggi. Impasnya adalah meningkatkannya kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan
            
             Banyaknya penduduk usia produktif di Indonesia merupakan suatu keuntungan bagi bangsa Indonesia. Saat ini banyak perusahaan asing, bahkan perusahaan dunia, yang membuka pabrik produksinya di Indonesia. Mengapa perusahaan tersebut tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia? Terkait dengan jumlah penduduk usia produktif yang banyak, sesuai hukum ekonomi yang menyebutkan jika demand (permintaan) rendah sedangkan supply (penawaran) tinggi maka harga pasar menjadi rendah, hal ini menjadi daya tarik bagi investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia karena sumber daya manusia yang tersedia melimpah sedangkan upah yang diberikan rendah. Selain itu, sifat masyarakat Indonesia yang konsumtif juga turut memberikan andil dalam menarik investor untuk menanamkan modal di Indonesia. Adanya penanaman modal oleh asing yang berakibat pada terciptanya lapangan kerja serta jumlah penduduk usia produktif yang banyak bisa berimbas pada pertumbuhan ekonomi

Terdapat dua macam penggolongan dampak akibat bonus demografi,yaitu dampak positif dan dampak negatif,berikut contoh dan penjelasannya :
    
 Dampak Positif

           Dampak positif bonus demografi bagi Indonesia pada 2020-2030.Dampak positif dari bonus demografi akan terasa saat generasi muda siap menghadapi bonus demografi.Dengan keadaan generasi muda yang siap mengadapi demografi ini tentunya berdampak positif bagi negara indonesia,terutama pada laju perkembangan ekonomi.Dengan laju perkembangan ekonomi yang baik tentu berdampak pada perkembangan negara indonesia.Dengan perekonomian yang sehat kemiskinan dapat teratasi kesehatan pun dapat ditingkatkan dan pendidikan juga dapat menjadi lebih baik lagi.Pada keadaan ini indonesia dapat menjadi negara maju dan makmur.Dengan keadaan perekonomian,kesehatan,pendidikan yang baik tentua akan menghasilkan generasi baru yang lebih baik dan lebih berkualitas.Dan pada saat itu indonesia memiliki SDM yang berkualitas tinggi sehingga dapat mengelola kehidupan negara indonesia yang terarah dan lebih baik. 

Contoh Dampak Positif  : 
  1.Terbentuknya generasi emas bangsa yang siap memikul tanggung jawab bangsa,mengabdi dan  berkorban pada bangsa,dan bersedia membangun dan mengelola bangsa 
  2. Meningkatnya laju perekonomian indonesia,yamg berpengaruh besar terhadap kehidupan bebangsa dan bernegara.
     3.Kehidupan negara indonesia akan modern tertata dan lebih baik
   4. Roda ekonomi akan terus berjalan tumbuh pesat dan siap bersaing dalam dunia internasional.

Dampak Negatif 
           
       Jika kalau bangsa indonesia tidak siap dan gagal dalam mengadapi bonus demografi mendatang,maka bangsa indonesia akan semakin terpuruk dengan adanya ekonomi yang melemah dan banyaknya kasus sosial dan kasus ekonomi yang menjadi masalah internal yang mengancam keseimbangan bangsa.Oleh karena itu generasi muda harus siap dalam menghadapi bonus demografi.

Contoh Dampak negatif :
  1. Semakin sempitnya lapangan pekerjaan
  2. Pengangguran semakin banyak
  3. Kemisikinan semakin menjadi-jadi
  4. Timbulnya kawasan-kawasan slum area
  5. Kualitas kesehatan menurun
  6. Perekonomian yang memburuk
  7. Pendidikan rendah,yang mengakibatkan SDM rendah

Pendapat saya mengenai adanya Bonus Demografi


           Menurut saya adanya bonus demografi itu menimbulkan pro dan kontra , seharusnya bangsa Indonesia mulai dari sekarang,kita sebagai generasi muda bangsa yang merupakan penggerak utama harus dapat menanamkan dan melatih sikap siap dalam menghadapi bonus demografi mendatang.Indonesia harus memanfaatkan peluang emas yang ada di depan ini dan jangan di sia-sia kan. dengan syarat pemerintah harus menyiapkan generasi muda yang berkualitas tinggi SDM-nya melalui pendidikan, kesehatan, penyediaan lapangan kerja dan investasi. Namun, jika bangsa Indonesia tidak mampu menyiapkan akan terjadinya bonus demografi, seperti penyediaan lapangan kerja dan peningkatan kualitas SDM seperti pendidikan yang tinggi dan pelayanan kesehatan dan gizi yang memadai, maka akanb terjadi permasalahan, yaitu teradinya pengangguran yang besar dan akan menjadi beban negara.

Selasa, 04 April 2017

Sustainable Development Goals di Indonesia



Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals disingkat dengan SDGs merupakan 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk permasalahan  manusia dan planet bumi .Di mana  ini dicanangkan bersama oleh negara-negara lintas pemerintahan pada resolusi PBB yang diterbitkan pada tanggal  21 Oktober 2015 sebagai ambisi pembangunan bersama hingga tahun 2030.  Tujuan utama SDG  ini adalah untuk menjawab tuntutan kepemimpinan dunia dalam mengatasi kemiskinan,kesenjangan, dan perubahan iklim dalam bentuk aksi yang nyata.
Pada bulan Agustus 2015, 193 negara menyepakati 17 poin penting di dalam SDGs, yakni terciptanya dunia dengan:
Tujuan 1 - Tanpa kemiskinan 
Pemberantasan  segala bentuk kemsikinan di seluruh dunia
Tujuan 2 - Tanpa kelaparan 
Memutus  kelaparan,/tidak ada lagi kelapaaran dengan cara  mencapai ketahanan pangan dan perbaikan nutrisi , serta mendorong membudidayakan  pertanian berkelanjutan
Tujuan 3 - Kehidupan sehat dan sejahtera 
Menggunakan pola  hidup yang  sehat dan mendukung kesejahteraan untuk semua usia di dunia.
Tujuan 4 - Pendidikan berkualitas 
Menjamin dan meratakan  pendidikan berkualitas yang layak dan inklusif di duniia serta mendorong kesempatan belajar untuk semua usia . 
Tujuan 5 - Kesetaraan gender 
Tidak ada diskriminasi antara pria dan wanita , semua dianggap sama dan setara
Tujuan 6 - Air bersih dan sanitasi layak 
Menjamin akses air yang bersih dan sanitasi yang layak bagi semua manusia
Tujuan 7 - Energi bersih dan terjangkau 
Memastikan akses pada energi yang terjangkau, bisa diandalkan, berkelanjutan dan modern untuk semua manusia
Tujuan 8 - Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi 
Mensupport /mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan inklusif, lapangan pekerjaan dan pekerjaan yang layak untuk semua orang
Tujuan 9 - Industri, inovasi dan infrastruktur 
Membangun infrastruktur kuat,dengan cara  mempromosikan industrialisasi berkelanjutan dan mendorong inovasi. 
Tujuan 10 - Berkurangnya kesenjangan 
Mengurangi kesenjangan di dalam negara tersebut  dan di antara negara-negara. Lain di dunia
Tujuan 11 - Kota dan komunitas berkelanjutan 
Membuat perkotaan menjadi inklusif, aman, kuat, dan berkelanjutan. 
Tujuan 12 - Konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab 
Menjamin  pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan 
Tujuan 13 - Penanganan perubahan iklim 
Mengambil keputusan penting dalam melawan perubahan iklim dan efeknya
Tujuan 14 - Ekosistem laut 
 dan penggunaan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan 
Tujuan 15 - Ekosistem daratan 
Mengelola hutan secara berkelanjutan, melawan perubahan lahan menjadi gurun, menghentikan dan merehabilitasi kerusakan lahan, menghentikan kepunahan keanekaragaman hayati. 
Tujuan 16 - Perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh 
Mendorong masyarakat adil, damai, dan inklusif 
Tujuan 17 - Kemitraan untuk mencapai tujuan 
Menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
alasan mengapa SDGs akan jauh lebih baik dari MDGs menurut  The Guardian , adalah :
1.     SDGs lebih global dalam mengkolaborasikan program-programnya. Dimana MDGs itu sebelumnya dibuat oleh anggota negara OECD dan beberapa lembaga internasional. Sementara SDGs dibuat secara detail dengan negosiasi internasional yang juga terdiri dari negara berpendapatan menengah dan rendah.
2.     Sekarang,sektor swasta juga akan memiliki peran yang sama, bahkan lebih besar.
3.     MDGs tidak memiliki standar dasar hak asasi manusia (HAM). MDGs dianggap gagal untuk memberikan prioritas keadilan yang merata dalam bentuk-bentuk diskriminasi dan pelanggaran HAM, yang akhirnya berujung kepada masih banyaknya orang yang terjebak dalam kemiskinan. Sementara SDGs dinilai sudah didukung dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip HAM yang lebih baik.
4.  SDGS adalah program inklusif. Tujuh target SDG sangat eksplisit tertuju kepada orang dengan kecacatan, dan tambahan enam target untuk situasi darurat, ada juga tujuh target bersifat universal dan dua target ditujukan untuk antidiskriminasi.
5.     Indikator-indikator yang digunakan memberikan kesempatan untuk keterlibatan masyarakat sipil.
6.     PBB dinilai bisa menginspirasi negara-negara di dunia dengan SDGs.
7.      COP21 di Paris merupakan  salah satu kesempatan untuk maju.

Peran Pemerintah Daerah dalam Menyukseskan SDGs
          Berbicara tentang SDGs tentu tak akan bisa lepas dari peran pemerintah daerah. Hal ini karena sebagai pembuat kebijakan dan pelaksana di tingkat lokal, pemerintah daerah dinilai punya andil yang besar untuk mensukseskan tercapainya tujuan SDGs. Melalui asosiasi kota dan pemerintah daerah di tingkat global, beberapa pemerintah daerah di Indonesia telah berpartisipasi aktif menyampaikan aspirasi dan inspirasi selama proses perumusan SDGs.. Banyak pemerintah daerah kurang memahami bahwa keberhasilan ataupencapaian sasaran pembangunan maupun penyediaan pelayanan publik di daerah secara signifikan telah menyumbang pada pencapaian   MDGs dan juga nantinya pada SDGs.
Beberapa contoh pemerintah daerah yang melakukan program yang mendukung tujuan pembangunan SDGs, diantaranya adalah Kota Prabumulih, Kabupaten Banyuwangi, Kota Bandung, dan Kota Depok.

KotaPrabumulih:KotaMandiriHematEnergi

Prabumulih merupakan kota yang memiliki kekayaan minyak dan gas bumi. Kota yang berada di Provinsi Sumatera Selatan ini mulai melakukan inovasi dalam pembangunan instalasi jaringan gas kota pada tahun 2009-2010. Langkah ini diambil karena pada masa 2007-2008 terjadi krisis energi karena dicabutnya minyak tanah bersubsidi sehingga menyebabkan kelangkaan tabung gas elpiji. Awalnya pemerintah kota mengucurkan dana APBD untuk membuat layanan ini, namun saat ini pemerintah kota bantuan dana dari PT Pertagas Niaga yang merupakan anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina. Hingga saat ini sekitar 20 persen rumah tangga telah menggunakan layanan jaringan gas rumah tangga ini. Seluruh biaya pemasangan yang nilainya mencapai Rp 3,5 juta per rumah tangga dibebaskan oleh pemerintah kota.dimana kota ini menjadi kota mandiri hemat energi

Kota Bandung: Pengolahan Air Limbah.

Pemerintah Bandung  melalui Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening berhasil memasang lebih dari 3000 sambungan pembuangan air limbah pada rumah-rumah warga. Pembangunan Sambungan Rumah (SR) ini merupakan program hibah sanitasi pada tahun 2015 yang diberikan pemerintah dengan target proyek 3.100 sambungan pembuangan air limbah. Hibah tersebut berhasil menjangkau pembangunan sambungan pembuangan air di 9 Kecamatan dan 13 Kelurahan di Kota Bandung. Saat ini perpipaan air limbah PDAM Tirtawening telah mencapai 523 Km, dengan jumlah perpipaan sebanyak 113.488 Sambungan Rumah (SR) dan debit terolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bojongsoang sebanyak 85.990 m3/hari.  . Tujuan dari bantuan pembangunan sambungan pembuangan air limbah tersebut untuk memperluas cakupan pelayanan air limbah bagi masyarakat berpenghasilan rendah sehingga berdampak pada perbaikan kualitas kesehatanmasyarakat.

Kabupaten Banyuwangi: Program 5000 Wirausahawan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melatih lima ribu warganya untuk berbisnis menggunakan bahan-bahan lokal. Hal itu dilakukan untuk mengoptimalkan potensi lokal pertumbuhan UMKM di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut. Akan ada 53 pelatihan dengan 10 bidang keahlian yang bisa diikuti oleh para peserta hingga pertengahan tahun 2016. Yakni pelatihan batik, olahan hasil pertanian, teknologi bordir, konveksi, teknologi agro, pemasaran produk lewat IT,  olahan ikan, kerajinan, dan pembuatan paving, dengan total 5.000 warga yang akan mengikuti pelatihan. Pelatihan ini berbasis potensi desa.

Kota Depok: Jaminan Kesehatan Daerah

Pemerintah  Kota Depok dalam pembiayaan pelayanan kesehatan masyarakat miskin di luar kuota Jamkesmas. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok saat ini telah menjalin kerjasama dengan sejumlah Rumah Sakit (RS) yang ada di wilayah Kota Depok. Diketahui bahwa sebanyak 34 Rumah Sakit telah ikut berpartisipasi dalam menunjang program kesehatan. Program ini  ditujukan untuk masyarakat yang masih masuk ke dalam kategori kurang mampu dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Untuk mendukung program tersebut agar dapat berjalan dengan baik, pihak pemkot sudah menganggarkan dana dari bantuan sosial sebesar Rp. 9 Milyar. Dana yang sudah disediakan ini diharapkan dapat membantu warga kota Depok dalam mendapatkan pelayanan kesehatan diseluruh rumah sakit di wilayah kota.

Dari keempat pemerintah daerah di atas, dapat disimpulkan pemerintah daerah di Indonesia telah banyak melakukan inovasi program yang mendukung tujuan pencapaian SDGs. Namun t dalam pengimplementasiannya dibutuhkan waktu yang cukup lama dan tidak lupa peran masyarakat juga harus ikut membantu  untuk nisa mengimplementasikannya secara langsung.
(Sumber : http://www.yipd.or.id/en/articles/peran-pemerintah-daerah-sebagai-pilar-keberhasilan-sdgs)