Senin, 06 Maret 2017

Analisa Target Pembangunan Indonesia tahun 2016-2017

Tak terasa sekarang sudah tahun 2017, entah rasanya enggan berlalu di tahun 2016 , mungkin terlalu banyak kenangan di tahun tersebut .

Namun waktu akan selalu berjalan tanpa ada yang bisa membatasi sehingga kita harus terus berjalan walaupun rintangan selalu menghadang.

Oleh sebab itu kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu , Karena waktu adalah emas. Semakin bertambahnya waktu seharusnya kita semakin berkembang bukan hanya kita saja yang harus berkembang tapi negara tercinta kita juga yaitu Indonesia harus berkembang terutama di bidang perekonomiannya .


Apakah teman-teman udah tahu bahwa pada tanggal 26 Oktober 2016 kemarin telah diadakan sidang Paripurna? Dalam sidang tersebut telah disepakati dan disahkan RUU APBN Tahun 2017.Di mana pada pembahasan ini kita akan memfokuskan pada target pembangunan pemerintah pada tahun 2017

Sebelum masuk ke materi yang kita fokuskan ,apakah teman teman sudah tau apa itu APBN ? yuk kita lihat pengertian APBN menurut Wikipedia .




Dari APBN inilah terdapat nama-nama yang tersusun apa saja yang perlu dibiayai di tahun mendatang dari awal tahun sampai akhir tahun .Biaya tersebut mencakup pengeluaran dan pendapatan negara , Untuk lebih jelasnya mengenai APBN bisa di lihat di situs kemenkeu.go.id/apbn2017.

Oke setelah teman -teman paham tentang APBN kita akan memfokuskan pada target pembangunan negara Indonesia di tahun 2017.


Mengenai target pembangunan ,Pemerintah terlihat lebih realitis dalam menyusun target -target dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)2017.Dimana ini terlihat dari target angka pengangguran dan angka kemiskinan pada tahun 2017 yang ditargetkan lebih rendah di bandingkan tahun 2016.

Meski telah memiliki seperangkat program kesejahteraan rakyat, pemerintah hanya menargetkan angka kemiskinan tahun 2017 di kisaran 9,5 – 10,5 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan target dalam APBN tahun 2016 , yakni 9 – 10 persen.Penyebabnya karena masalah pertumbuhan ekonomi tidak setinggi yang diharapkan dan pengaruh inflasi di Indonesia

Sementara target angka pengangguran terbuka tahun 2017 ditargetkan sekitar 5,6 persen. Hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan target tahun 2016 sebesar 5,2 – 5,5 persen.

Target pembangunan lainnya, adalah asumsi Gini Ratio .Pada tahun 2017 Indonesia mengalami penurunan gini ratio dari tahun 2016-2017 yaitu sebesar 0,39.Hanya sedikit lebih rendah dari tahun 2016 yaitu sebesar 0,4 .Yang artinya pendistribusian pendapatan di Indonesia semakin membaik terhadap semua wilayah di Indonesia sehingga mengurangi ketimpangan pendapatan di setiap daerah.

Serta yang terakhir adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ,dimana pada tahun 2017 Indeks Pembangunan Manusia sebesar 70,1 mengalami penurunan di bandingkan 2016 yaitu sebesar 75,3 

Untuk mencapai target tersebut, belanja di APBN 2017 harus tepat sasaran dan berkualitas sehingga memacu pertumbuhan ekonomi yang dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak.

Dimana banyak isu tantangan pembangunan sekarang ini dimana daya serap tenaga kerja lebih rendah, pertumbuhan ekonomi tidak tinggi seperti yang diharapkan, investasi tidak besar dan yang masuk padat modal tidak lagi padat karya sehingga kemiskinan turunnya melambat..

Upaya pemerintah, adalah dengan menyediakan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, mendorong aktivitas ekonomi guna menciptakan kesempatan kerja lebih luas, dan fokus menggenjot industri manufaktur yang didukung dengan perbaikan regulasi. Termasuk perluasan pelayanan dasar, penyelenggaraan perlindungan sosial yang komprehensif untuk memperbaiki efektivitas.

Pemerintah juga harus berupaya melalui perbaikan dan keberlanjutan program-program pengentasan kemiskinan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya seperti program penyediaan layanan publik, perluasan cakupan kepesertaan program jaminan sosial dan Program Keluarga Harapan (PKH) serta penyempurnaan mekanisme penyaluran subsidi pangan agar lebih tepat sasaran, Selain itu, pemerintah harus menurunkan ketimpangan pendapatan dengan mendorong konektivitas dan mendorong pembangunan di daerah.

Selanjutnya penurunan tingkat ketimpangan pendapatan akan dilakukan melalui perbaikan distribusi pendapatan, perluasan kesempatan kerja, pembangunan infrastruktur konektivitas serta peran daerah atau desa dalam pembangunan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar